QK. Dikara Barcah

Friday, April 27, 2012

Pindah ke Google

Blogspot, pindah ke Google. Jadi mulai sekarang kalau kalau akses ke Blog enggak lewat blogger.com lagi tapi bisa langsung diakses dengan password tunggal di gmail...

Tuesday, March 01, 2011

Punya BlackBerry® ?

Hi,

Saya telah menggunakan Remko's forum for BlackBerry® dan merekomendasikan kamu untuk mencobanya juga.

Asyik dan Seru! Seperti forum di situs!

Untuk mendapatkan aplikasinya, klik di sini www.remkosforum.com

www.remkosforum.com
OR GET IT IN THE APP WORLD UNDER SOCIAL NETWORKING!
72
Powered by Telkomsel ThumbBerry®

Monday, August 16, 2010

Setelah 2006, Posting Lagi Disini

Setelah lama tidak posting di blog ini, saya akan mulai memberdayakan situs ini lagi. Topiknya akan ditentukan kemudian, yang jelas, saya akan memposting cerita perjalanan dan berbagai aktivitas saya di situs ini..

Saya belum tertarik untuk mempublikasikan situs ini secara intensif. Tapi kalau ada teman-teman yang kebetulan sudah 'terhubung' dengan blog ini ingin menyambungkannya dengan teman yang lain.. Silahkan saja.. :).
Ditenagai oleh BerryHitam®

Friday, October 20, 2006

Ganti Hijau...!!


Life is about 'having a gut to break your paradigm'...

He...he..he.. ganti template ngejreng.. ah.. sekali - kali. Setelah saya meneliti diri saya sendiri, ternyata 'kecenderungan' untuk memilih style yang kalem, warna yang tidak terlalu 'cemerlang' dan simple demikian kuat. Makanya saya selalu sesuai dengan disain pilihan sohib saya, Heryudi Ganesha (lihat deh di www.ganesha.or.id). Tapi, kali ini pengen rada' melawan arus hati.. he..he..he.. pilih template hijau ngejreng yang sama sekali berlawanan dengan my own 'regular' style. Paling tidak, berani nyeleneh di Internet lah.. abis belum bisa 'breaking paradigm' di 'real world' dengan memilih baju kerja 'sewarna' ini misalnya ;) Rasanya kaya' pakai 'stabilo boss' kali ya... ha..ha..ha...

Wednesday, October 18, 2006

Lebaran is Coming...


Hari ini merupakan H-6 sebelum Hari Raya Idul Fitri 1427 H yang jatuh pada tanggal 24 Oktober 2006, hari Selasa. Ramadhan tahun ini berjalan demikian cepat, terasa seperti 'flashing' saja. Tentu hal ini memberikan dampak yang mendalam dalam hati saya, kurang ibadah, tak sempat duduk membaca Qur'an, tak cukup sholat malam, apa lagi berdiam di masjid merenungkan perjalanan menuju kubur... semua seakan - akan berlalu demikian cepat.

Lain lagi di dunia pekerjaan.. tak lagi sekedar berpikir THR akan datang, tapi 'dari mana' datangnya THR ? Beberapa tagihan masih pending, untung ada performance bond yang selesai 21 September 2006 yang lalu dan bisa diambil tanpa masalah.. jadi deh THRnya...he..he.he... selamettt...selamettt......!! Semoga berkah deh..

Sulit rasanya membayangkan mendengarkan suara takbir sambil meredam rindu hati ini kepada ibu saya yang telah tiada.. masih ingin rasanya mencium tangan keriputnya, menatap wajah sumringahnya, merasakan nikmat opor ayamnya, mendengarkan 'sekedar' omelannya... subhanallah... sayangilah beliau seperti beliau menyayangi saya sejak saya kecil ya Allah, yang Maha Penyayang..

Kumandang takbir selalu membuat saya rindu pada beliau..., biasanya, dimalam takbiran kami bergotong-royong membersihkan rumah, memasak, dan membagikan makanan kepada para tetangga serta keluarga dekat. Ibu menjadi 'center of command' yang selalu kita hadapi dengan guyonan dan tetap ceria membantunya. Masa - masa yang selalu menjadi kenangan indah dalam benak kami..

Sekarang semua telah berakhir, semuanya tinggal menjadi kenangan. Kenangan yang harapan akan kembalinya tetap ada dihati.. semoga Allah menyatukan seluruh keluarga besar kami kembali kelak di Hari Kemudian... amin.

Friday, October 06, 2006

Jum'atan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh


Jum'at ini kita shalat Jum'at di masjid raya Baiturrahman. Khutbahnya mengingatkan tentang mencari pemimpin yang Islami (maklumlah, saat ini Aceh sedang mempersiapkan diri melaksanakan Pilkada). Jama'ah masjid ini cukup padat, sehingga saat Imam masjid sedang membaca al-Faatihah banyak jama'ah yang keluar karena tidak mendapat tempat di dalam. Hal ini sangat mengganggu karena shalat sudah dimulai dan mereka berjalan tepat dimuka kita (kebetulan kami mendapat tempat di depan gerbang).

Setelah shalat Jum'at selesai, imam mengajak shalat jenazah. Tampak tidak terlalu banyak orang yang ikut.. Setelah shalat selesai, saat saya sedang mengambil foto ini, saya mendengar penjelasan bahwa imam yang tadi ternyata imam masjid al-Aqsa di Palestina !! (Pantes bacaannya panjang - panjang he..he.he..).

"Night Life" di Reks, Banda Aceh

"Night Life" di Aceh ternyata sangat semarak. Disini kita bisa duduk ditempat terbuka sambil menikmati jajanan 'murah meriah'. Banyak hal yang istimewa dalam "kesederhanaan". Hmmm... percaya nggak kalau kursi plastiknya saja sangat unik dan kalau sudah duduk 'lupa berdiri'. Kursi plastik disini tingginya hanya tiga puluh centimeter, bagian tempat kita meletakkan 'bokong', meninggi ke arah lutut. Jadi saat kita bersandar rasanya benar - benar enggan berdiri !
 
Tempat yang paling banyak dikunjungi orang dan selalu ramai setiap malam, namanya Reks (dari rekreasi kali ya ?). Disini tersedia beranekaragam makanan, seperti mie Aceh (pilihannya bisa rebus atau goreng + cumi-cumi, udang atau kepiting), kerang rebus, sate 'matang', dan lain-lain. Minuman juga banyak ragamnya, dari aneka juice, es buah dan, tentu saja, kopi Aceh ! Wah, yang terakhir ini memang top banget deh...!
 
Rek berada ditengah kota, dekat Hotel Medan dan Hotel wisata. Lokasinya berukuran kira 1/4 lapangan sepak bola penuh dengan meja dan dikelilingi kursi-kursi 'unik' tadi. Ditepinya berjejer aneka rombong makanan beraneka ragam tadi. Tempat ini tidak menggunakan tenda yang tertutup tapi benar-benar terbuka, sehingga rasanya benar-benar santai dan menyegarkan. Dan boleh percaya boleh nggak setiap hari mereka baru tutup jam 2 dini hari ! Mulai buka jam 16 sore.
 
Pengalaman yang menarik memang, datang ke Aceh deh.. asyik loh..!!

Wednesday, September 06, 2006

Pengamen Pemberi Inspirasi






Saya mengundang seorang pengamen jalanan, namanya Richi, untuk mengisi awal perkuliahan PTI di program studi Design dan Psikologi. Richi, membuat sebuah website, http://ngamenkeren.cjb.net, yang dikutip oleh harian berbahasa Inggris The Jakarta Post, 7 Juni 2006. Sangat menarik buat saya saat mengundang dia untuk menyanyi di kedua kelas tersebut, karena dibalik 'keluguannya' ternyata ia memiliki semangat mengembangkan diri yang sangat tinggi.

Lagu pertama yang dia nyanyikan adalah sebuah lagu berjudul, "Ku Benci Kau Dengan Cintaku" yang dinyanyikan oleh Tito, Cilapop. Saat menyanyikan lagu ini saya perhatikan beberapa mahasiswa tampak mengikuti dengan perlahan lirik lagu tersebut.

Terlihat bahwa mereka juga menikmati penampilan Richi. Sambil menyanyikan lagu ini, saya membagikan artikel The Jakarta Post, tertanggal 7 Juni 2006 itu ke mahasiswa. Saya ingin para mahasiswa tersebut menghargai penampilan Richi dan upaya 'mempublikasikan' kemahirannya menyanyi melalui website.

Richi bercerita tentang pengalamannya berpindah - pindah pekerjaan. Ia pernah bekerja sebagai seorang penjaga Warnet. Disinilah ia banyak mempelajari berbagai hal tentang dunia Internet. Saya tertarik dengan pernyataannya bahwa ia bosan dengan ber-chatting ria, yang menurutnya 'kurang' bermanfaat, lalu timbullah ide untuk belajar membuat website. Dengan kemampuan yang terbatas, sambil bertanya sana-sini, akhirnya ia berhasil membuat website yang ternyata sempat dikutip oleh seorang wartawan The Jakarta Post.

Saya sempat tercekat saat dia menyampaikan pesan singkat sebelum ia menyanyikan lagu keduanya. Ia menyatakan bahwa dia tidak bisa berbagi apa - apa kepada para mahasiswa yang ada di depannya karena dia hanya seorang yang miskin, dia hanya punya semangat. Semangat inilah yang hendak dia bagikan kepada para mahasiswa Univ. Paramadina. Selanjutnya dia membawakan sebuah lagu dari club musik tahun 70-an, ABBA, yaitu "I Have A Dream". Subhanallah,.. hal ini benar - benar berjalan seperti keinginan saya. Saya melihat banyak mahasiswa kehilangan semangatnya untuk menggapai masa depan mereka yang cemerlang. Tetapi berbeda dengan seorang anak muda pengamen kelahiran Cianjur ini. He is really a man who has a dream... a dream that keeps him alive.

Terima kasih, mas Richi. Semoga Allah senantiasa melindungi kamu dan membahagiakan kehidupanmu...amin.